Botaxred: Benahi Dulu Kompetisi Lokal Kalau Mau ke FISM

fism

Sulap.info – FISM (Fédération Internationale des Sociétés Magiques) adalah sebuah federasi yang menaungi pesulap-pesulap di seluruh dunia. Pada 2015, FISM memiliki 50.000 anggota dari klub sulap di 50 negara.

Tiap tiga tahun sekali, mereka rutin mengadakan kejuaraan sulap tingkat dunia, FISM World Championship of Magic (WCM). Ajang itulah yang menjadi salah satu pencapaian tertinggi bagi para pesulap di dunia. 

FISM menjalankan federasinya secara sistematis dan diakui sebagai wadah legal bagi seluruh pesulap dunia. Pertanyaannya, apakah Indonesia juga termasuk bagian dari FISM?

Sayangnya, menurut data terbaru dari situs web FISM, tidak ada klub sulap Indonesia di daftar anggota resmi. Tungky Alexander, yang pernah mewakili Indonesia di kejuaraan FISM Asia pun harus melewati proses panjang karena Indonesia bukan anggota. 

Namun beberapa tahun ke depan, mungkin hal ini dapat segera dibenahi. Pasalnya, Persatuan Atlet Sulap Indonesia (PASI) mengklaim akan lebih serius mengarahkan pesulap Tanah Air agar bisa bergaung di kancah internasional terutama FISM WCM.

Iklim Kompetisi Sulap di Indonesia

Membahas kompetisi sulap lebih jauh, Info Sulap berkesempatan ngobrol dengan Presiden PASI, Botaxred. Ia menjelaskan mengapa Indonesia masih sulit menuju FISM dan apa yang harus dibenahi terlebih dahulu.

Apakah kompetisi sulap itu penting? Mengingat, bahwa seni tidak perlu dikompetisikan.

Sebelumnya kita harus tahu dulu apa arti kompetisi. Pengaruh sulap Indonesia berasal dari Barat, sebelum akhirnya Asia mulai berkembang. Dari apa yang kita lihat, seni sulap di Barat melakukan kompetisi. Banyak alasan kenapa harus ada kompetisi, salah satunya adalah kepercayaan diri seorang pesulap untuk membuat sebuah routine ataupun metode. 

Menurut saya pribadi, kompetisi sulap tetap penting, tidak bisa dimungkiri bahwa semua pesulap dunia sebelumnya dikenal dari sebuah kompetisi.

Menurut PASI, bagaimana kompetisi sulap yang ada di Indonesia selama ini?

Kompetisi sulap di Indonesia sudah ada sejak lama. Beberapa senior pun dulunya terjun di kompetisi. Namun sekarang kompetisi sulap di Indonesia mulai redup karena berkurangnya minat pesulap untuk terjun ke kompetisi sehingga yang tersisa hanya wajah itu-itu saja.

Apakah kompetisi sulap di Indonesia perlu berjenjang?

Nah, ini saya sangat setuju. Mengapa kompetisi tidak bisa berjenjang? Mungkin karena pihak penyelenggara enggan melakukan itu. Mungkin alasannya karena harus siap modal dan sponsor lebih banyak. 

Kompetisi berjenjang dan sistematis adalah salah satu rencana dari PASI. Kami berusaha membuat kompetisi mulai dari tingkat daerah lalu dibawa ke tingkat nasional dan berakhir di tingkat internasional. Semoga terwujud.

Sudah kredibelkah juri kompetisi sulap Indonesia selama ini?

Beberapa juri di kompetisi sulap Indonesia sudah ada banyak yang kredibel. 

Namun, tetap saja masih dijumpai juri yang minim pengetahuannya tentang kompetisi. Misalnya penyelenggara kompetisi menggunakan juri yang sama untuk menilai aliran mentalism dan manipulasi, padahal keduanya sangat berbeda. Maka dari itu, juri dan penyelenggara harus kredibel. 

Memang cukup sulit untuk mencapai standar juri atau sertifikasi juri, tapi setidaknya Indonesia telah mempunyai juri yang dianggap kredibel.

Perbedaan Kompetisi dan Program TV

Apakah ada kaitannya ramai dan sepinya minat kompetisi sulap di Indonesia dengan sebuah program sulap di TV?

Sebenarnya kompetisi sulap mulai redup justru ketika banyak muncul acara-acara sulap di TV. Mengapa? Sebab akhirnya pesulap berlomba-lomba untuk masuk TV. Sedangkan dulu, pesulap berlomba-lomba untuk menjadi juara di sebuah kompetisi tingkat nasional.

Demian dan Riana adalah contoh pesulap Indonesia yang mengharumkan sulap lewat pencarian bakat internasional. Lantas, masih pentingkah Indonesia menuju kejuaraan FISM? Toh, ajang yang lain seperti Got Talent atau bahkan Fool Us terlihat lebih mengangkat seni ini di mata internasional.

Jika ada pesulap Indonesia yang juara FISM, tetap saja akan kalah pamor dengan pesulap yang main di Fool Us atau AGT misalnya. Pasalnya FISM dan program acara (TV) itu memang berbeda. 

AGT dan semacamnya mengarah ke dunia showbiz, sedangkan FISM terfokus pada seni sulap. Masuk FISM sepertinya adalah cita-cita terbesar para pesulap Indonesia yang paham betul apa arti seni sulap.

Masih Jauh dari FISM

Kita sudah lama menggaungkan tentang kualitas sulap Indonesia menuju FISM, namun bahkan sampai saat ini Indonesia belum ada di FISM. Menurut PASI, apa masalahnya?

Sepertinya belum ada yang mau serius menjalaninya saja karena memang memakan banyak waktu. Banyak langkah yang harus dipersiapkan agar indonesia bisa diakui oleh FISM. 

Saat Eric Eswin (mantan Presiden FISM) datang ke Semarang, beliau sudah siap membantu indonesia untuk masuk ke FISM. Namun, ada syarat-syarat yang ternyata belum bisa dipenuhi oleh sulap Indonesia.

Dari obrolan dengan Presiden PASI, dapat disimpulkan bahwa proses Indonesia menuju FISM WCM masih sangat panjang. Bahkan untuk ke tingkat Asia pun banyak hal yang perlu dibenahi. Mari berharap semua impian ini bisa segera diwujudkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *