Berkenalan dengan PASI, Obsesi Menuju FISM

kompetisi sulap

Sulap.info Kompetisi sulap lokal biasanya menjadi panggung pembuktian bagi para pesulap. Mereka saling beradu kemampuan satu sama lain untuk dinilai oleh para juri. 

Masalahnya, selama ini banyak kompetisi lokal yang arahnya tak jelas. Pesertanya sekadar mendapat pengalaman tanpa benar-benar berkembang kemampuannya. Tidak heran kalau di beberapa daerah, ajang semacam ini hanya diramaikan oleh pesulap itu-itu saja.

Hal itulah yang melatarbelakangi berdirinya organisasi Persatuan Atlet Sulap Indonesia (PASI). Mereka mengklaim ke depannya akan bertanggung jawab terhadap para pesulap yang aktif di ranah kompetitif.

Tidak main-main, targetnya adalah mengarahkan pesulap dengan acuan Fédération Internationale des Sociétés Magiques (FISM).

Berkenalan dengan PASI

PASI adalah sebuah inisiatif baru di dunia sulap Indonesia yang resmi terbentuk pada 31 Mei 2020. Belum banyak pesulap tahu tentang keberadaan PASI sejauh ini. Namun intinya, misi mereka adalah untuk meningkatkan bobot kompetisi sulap di Indonesia.

PASI telah merancang berbagai rencana untuk membawa nama Indonesia ke pentas sulap dunia. 

Organisasi ini dikomandoi oleh Botaxred (Radith) selaku presiden, yang dipilih berdasarkan voting saat pembentukan PASI. Nama-nama tenar seperti Doctor Frenos, Indra El Bugizy, Maul Nugraha, Russel Rich, Tungky Alexander, dll, juga ada dalam kepengurusan.

Beberapa nama barusan awalnya sekadar membuat acara diskusi virtual di YouTube. Topik pembahasannya adalah bagaimana cara menjadi pesulap di sebuah kompetisi. Dari situlah tercetus ide membuat organisasi untuk menaungi para pejuang kompetisi sulap. 

Menuju Kompetisi Sulap Dunia

Sesuai ide awalnya, PASI dibentuk untuk meningkatkan kualitas kompetisi sulap di Indonesia. Cara-cara yang mereka upayakan salah satunya dengan memberikan edukasi kepada pesulap tentang standar kompetisi tingkat tinggi. 

Bukan hanya di tingkat nasional, tetapi PASI ingin membawa atlet Indonesia lebih jauh ke kompetisi internasional, khususnya FISM. Dengan adanya PASI, para pesulap lokal kini akan mendapat dukungan penuh saat bersaing di luar negeri.

Bagi para pesulap kreatif, PASI juga menunjukkan komitmennya untuk melindungi hasil karya pesulap di atas panggung. Ini adalah upaya untuk mengarahkan pesulap agar memiliki konten orisinal dan mendaftarkannya ke perlindungan hak cipta.

Untuk Siapa PASI Dibuat?

Dari penjabaran barusan, PASI mungkin terkesan sebagai kelompok eksklusif. Pasalnya, tentu tidak semua atlet sulap lokal punya peluang untuk bisa maju ke pentas internasional.

PASI sendiri terbuka untuk semua kalangan pesulap, baik profesional maupun yang hanya fokus pada kompetisi. Akan tetapi saat ini para atlet yang bergabung di PASI rata-rata sudah sangat berpengalaman. Berikutnya mereka akan membantu mewujudkan target para atlet sulap Indonesia tersebut.

Rencana lainnya adalah membuat edukasi gratis di setiap daerah untuk pesulap yang ingin berkompetisi di semua tingkatan. 

Rencana Belum Terlaksana

Sayangnya, berbagai kegiatan PASI pada tahun ini harus tertunda sementara waktu karena pandemi COVID-19 belum berakhir. Setelah pandemi nanti, PASI mengatakan punya banyak rencana yang ingin direalisasikan.

Jadi, siapapun yang ingin merasakan panasnya persaingan kompetisi sulap di dalam dan luar negeri, bersiaplah untuk bergabung dengan PASI.

3 thoughts on “Berkenalan dengan PASI, Obsesi Menuju FISM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *