Review Buku: Jangan Takut “BOOGIL” di Depan Orang!

boogil indra frenos

Sulap.info – Tidak mudah menjadi pesulap. Tuntutan untuk menampilkan sulap tidak hanya ada di panggung, tetapi bisa saja muncul di tempat makan, di cafe, di kelas, dan tempat lainnya. Mungkin saja teman Anda tiba-tiba meminta bermain sulap. Padahal saat itu Anda tidak membawa kartu atau sejenisnya untuk bermain sulap. Jika dalam keadaan seperti ini, lalu apa yang akan kalian lakukan sebagai pesulap?

Buku BOOGIL ini menjawab pertanyaan tersebut. Dalam buku ini Anda akan diajarkan mampu bermain sulap bahkan tanpa media apapun. Hanya dengan modal kata dan pikiran, Anda bisa menampilkan sulap, baik untuk panggung atau hanya untuk keperluan nongkrong-nongkrong saja.

Betul sekali ungkapan “seorang pianis hanya akan bisa menghibur penontonnya jika punya/pakai piano”. Begitu pula seorang pesulap hanya akan bisa menghibur penontonnya jika punya alat sulap. Apakah anggapan ini benar? Ya, benar. Alat sulap satu-satunya yang dimiliki pesulap adalah otaknya. Tampaknya, Indra Frenos ingin mengungkapkan hal tersebut. Pesulap akan tetap berdaya bahkan ketika ia tidak membawa apapun.

Buku BOOGIL ini khusus ditujukan untuk pesulap beraliran mental. Efek-efek yang disajikan sepenuhnya adalah efek mentalism. Mulai dari membaca pikiran, mengontrol pikiran, dan lain sebagainya. 

Secara umum buku ini terbagi menjadi tiga bagian: pemula, semenjana, dan profesional. Tampaknya penggolongan ini dirasa tidak tepat. Indra frenos menggolongkan pemula, semenjana, dan profesional berdasarkan risiko trik itu dilakukan. Padahal, rutin sederhana yang disajikan dalam golongan “pemula” justru sulit ditemukan. Artinya, proses kreatif Indra Frenos yang menyajikan trik sederhana dalam kesan yang WOW, rela ia bagikan begitu saja. Beruntunglah para pembacamu Bang Indra!

Selain semua kelebihan itu, buku BOOGIL ini mempunyai beberapa kekurangan. Sangat jelas bahwa editing dan layout buku tidak digarap secara maksimal. Hal ini terlihat pada banyaknya kata yang tertulis tidak semestinya. Walaupun bahasa yang digunakan adalah bahasa “Lo-Gue”, tetapi harus juga memenuhi kaidah penulisan yang sewajarnya. 

Muncul juga kesan pemaksaan ketebalan buku. Untuk ukuran buku A5, seharusnya spasi yang digunakan tidak selebar itu. Artinya, entah sengaja atau tidak, seharusnya penggunaan spasi dan jarak antarparagraf harus disesuaikan dengan wajar.

Di luar itu semua, buku ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang mau serius menekuni dunia sulap, khususnya mentalis. Jadi, tunggu apalagi? (Zulfa Fahmy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *