Dari Stefano Bronzato Kita Belajar…

stefano bronzato

Sulap.info – Pesulap Stefano Bronzato keluar sebagai juara Italia’s Got Talent musim terbaru setelah juri dan penonton terpukau dengan trik sulap jarak dekatnya.

Persona dan pembawaan yang tenang membuat penampilan pria 28 tahun semakin oke. Itulah kenapa walaupun dia bukan satu-satunya peserta pesulap tapi aksinya berhasil mencuri perhatian publik Italia.

Sejak babak audisi aksi Stefano selalu menuai pujian juri terutama pada putaran final. Tapi penampilan itu pula yang menuai kontroversi di kalangan penggemar.

Stefano Bronzato Disebut Plagiat Shin Lim

Publik mengklaim Stefano telah menduplikasi penampilan Shin Lim, pemenang America’s Got Talent 2018.

Ia memang menunjukkan banyak efek yang sama persis seperti yang Shin Lim lakukan selama di panggung AGT.

Sebagian penonton pun menilai kiprah Stefano Bronzato di Italia’s Got Talent musim 2021 tidaklah murni. 

Pertanyaannya, apakah dari sudut pandang pesulap Stefano juga layak disalahkan atas keputusannya membawakan triknya Shin Lim?

Sebelum Anda menilai, tonton dulu video penampilan Stefano berikut ini.

Tiru Meniru Sudah Lazim di Panggung Sulap

Stefano tidak meniru 100 persen, melainkan cuma mengambil beberapa efek dan membawakannya dengan gaya ala Shin Lim.

Bisa jadi Shin Lim adalah inspirasinya dalam bermain sulap seperti yang sempat ia katakan saat diwawancarai oleh situs web Pantheon.

“Saya terinspirasi oleh banyak orang hebat, tentu saja, juara dunia sulap, dan juga quotes dari Michael Jordan,” kata Stefano.

Ia tidak menyebut secara spesifik siapa si juara dunia sulap itu, tapi kalau boleh menebak mungkin saja Shin Lim.

Kembali ke topik. 

Jadi, apakah Stefano Bronzato plagiat?

Dari sisi awam, khususnya juri dan penonton, penampilan si pesulap tentu baik-baik saja.

Menghibur, memukau dan… bagus lah pokoknya.

Hanya saja penggemar sulap tampaknya agak kesal karena dia seperti berusaha menjadi sosok Shin Lim. 

Konon kabarnya Stefano sudah bikin komunitas pesulap di Italia geram karena hal tersebut. 

stefano bronzato
Gambar: Instagram/memes_magician

Ngomong-ngomong soal plagiat, sebenarnya banyak contoh yang lebih parah dari itu.

Demian, pesulap Tanah Air yang pernah manggung di AGT, permainannya pernah dijiplak mentah-mentah oleh peserta acara serupa di Tiongkok.

Pandji Pragiwaksono pernah bilang, “Jadi sedikit lebih beda itu lebih baik, daripada sedikit lebih baik.”

Mungkin itulah yang menginspirasi Piff the Magic Dragon imitasi dari Ukraina. Semuanya sama seperti Piff asli, tapi ada beberapa detail yang beda seperti nama dan hewan peliharaannya. 

Teorinya sudah benar, tapi praktiknya ya nggak gitu juga, cuk!

Stefano Bronzato Bukan Plagiat karena…. 

Contoh di atas adalah definisi plagiat yang sebenar-benarnya. Tapi kasus Stefano Bronzato ini agak berbeda. Kenapa?

Alasannya karena semua trik ala Shin Lim yang ia bawakan di Italia’s Got Talent sudah ada di toko-toko sulap.

Semua orang bisa membeli dan mengakses rahasia trik tersebut, lalu menampilkannya di depan umum. Bahkan Anda pun bisa jadi seperti Shin Lim kalau mau.

Adrian Martinus dalam wawancaranya dengan Info Sulap pernah bilang, “Beli alat atau buku orisinal secara de jure sebenarnya sudah mendapat restu dari si empunya trik untuk memainkannya.”

Tapi mungkin yang jadi masalah adalah karena Stefano niru-niru Shin Lim, sosok yang sudah jelas dikenal sebagai pesulap top dunia. Plus ada gosip bahwa mas-mas dari Italia ini mengakui efek “Kadabra” adalah ciptaannya.

Jadi Apa Kesimpulannya?

Intinya begini… Kalau Anda sudah beli suatu produk orisinal, artinya Anda sudah mendapat izin untuk memainkannya. Yang tidak boleh adalah ngaku-ngaku kalau itu adalah trik orisinal Anda.

Orang awam memang tidak akan tahu, tapi sesama pesulap dan penciptanya sendiri mungkin tahu. Kalau kata anak TikTok, “Sopankah begitu?”

Kecuali Stefano mengklaim bahwa yang orisinal adalah rutinnya. Sebab walaupun dia memainkan rutin mirip “Dream Act”-nya Shin Lim, tapi dia pasti menyusun rutinnya sendiri supaya berbeda.

Kebetulan metode mas Stefano Bronzato untuk membuat rutin adalah ATM alias “Amati, Tiru dan Modifikasi”. (bds.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *