Dominan Tapi Membosankan, 5 Pesulap Gagal Juara BGT 2020

bgt 2020

Sulap.info – Setelah 10 bulan, akhirnya BGT 2020 memasuki putaran akhir untuk menentukan juaranya. Musim ini, bakat sulap benar-benar dominan hingga ke grand final. Dari 10 finalis, lima di antaranya adalah pesulap.

Penonton BGT pun terbagi menjadi dua kubu, yakni para penggemar sulap dan pendukung bakat non sulap. Banyak pro dan kontra terkait hasil voting dan pilihan juri karena dianggap terlalu banyak pesulap pada tahap ini.

Peserta Final BGT 2020

Lima kontestan dipastikan lolos terlebih dahulu berdasarkan hasil voting publik Britania. Empat dari lima adalah pesulap yaitu James dan Dylan Piper, Damien O’Brien, serta dua pesulap anak-anak Jasper Cherry dan Aidan McCann. 

Hanya satu dari pilihan pemirsa yang bukan pesulap, yakni kelompok paduan suara Sign Along with Us.

Juri juga memilih lima bakat lainnya untuk menjadi kompetitor di babak grand final. Mereka adalah Steve Royle, Aaron dan Jasmin, Nabil Abdulrashid, Jon Courtenay, dan Magical Bones. Nama terakhir lagi-lagi adalah seorang pesulap.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Britain’s Got Talent (@bgt) pada

Ini menjadi sejarah baru BGT, di mana 50 persen dari finalis putaran akhir adalah pesulap.

Komplain dari Penonton

Banyak penonton acara final BGT 2020 menyampaikan komplain dengan mengatakan, “Seharusnya acara ini disebut Magician’s Got Talent. Tahun ini tidak seimbang karena terlalu banyak pesulap di babak final,” tulis seorang penonton di Twitter.

Ini tidak lepas dari penampilan kontestan pesulap di BGT yang dianggap tidak terlalu variatif oleh penonton. Tetapi ketika voting ditutup, apa mau dikata bahwa empat dari lima tempat teratas pilihan publik adalah pesulap.

“Pesulap yang tidak imajinatif, kebanyakan dari mereka melakukan variasi trik prediksi yang itu-itu saja. Membosankan… #BGT,” tulis seorang penonton lain.

Pada akhirnya, di grand final empat kontestan sulap memainkan variasi prediksi dan satu lainnya, Magical Bones, menampilkan aksi ilusi berpindah tempat. Dari situ sudah bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya.

Tak Ada yang Menang

Penonton ternyata tidak puas dengan aksi para pesulap walaupun kelima kontestan mampu memukau para juri BGT dengan aksi-aksinya. Meski demikian, tempat pertama justru didapatkan oleh penyanyi komedi Jon Courtenay, penerima golden buzzer dari host pada babak audisi.

Pemenang berhak mendapatkan hadiah 250 ribu paun dan kesempatan tampil di Royal Variety.

Tempat kedua jatuh pada kelompok paduan suara Sign Along With Us, disusul Steve Royle di tempat ketiga. 

Serius. Tidak ada pesulap di tiga teratas BGT tahun ini, yang mana artinya dominasi sulap berhasil dipatahkan.

Sebagai informasi, pertunjukan final BGT tidak ditayangkan secara langsung melainkan direkam satu hari sebelumnya demi alasan keamanan. Namun pemenang tetap ditentukan oleh hasil voting publik Britania. 

Berikut daftar putar video penampilan lima kontestan sulap di final BGT 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *