Iwan Kuntjoro, Sultan Kartu Remi Punya 4.500 Koleksi

iwan kuntjoro

Sulap.info Iwan Kuntjoro dulunya adalah seorang penghobi sulap, namun lama kelamaan pria asal Tangerang ini lebih tertarik untuk mengoleksi kartu remi. Kepada Info Sulap, Iwan membagikan pengalaman, serta suka duka menjadi seorang kolektor kartu remi.

Berawal dari Bicycle Standard, yang biasanya jadi amunisi utama pesulap, ia mulai mengenal jenis-jenis kartu remi custom. “Sejak saat itu saya mulai tertarik untuk mengoleksi beberapa kartu yang saya anggap menarik, lalu akhirnya jadi keterusan,” katanya.

Kartu remi, walaupun kegunaannya bukan hanya untuk main sulap, benda ini memang erat kaitannya dengan sulap dan cardistry. Banyak faktor yang membuat benda ini bisa menjadi properti sulap paling fleksibel untuk berbagai efek.

Kendati demikian, bagi seorang kolektor hal itu agaknya tidak terlalu penting. Keunikan desain dan tingkat kelangkaan lebih diutamakan ketika hendak berburu kartu koleksi baru. 

Hal itu pula yang dipercaya Iwan Kuntjoro selama belasan tahun. Ia berburu ke seluruh penjuru dunia dari para penjual maupun sesama kolektor demi menemukan kartu remi custom idamannya.

Mengenal Sosok Iwan Kuntjoro

Di Indonesia, hobi mengoleksi kartu remi custom pasti juga digeluti oleh banyak orang, tetapi mungkin hanya ada satu orang seperti Iwan. “Saya adalah kolektor kartu dari USPCC (United States Playing Cards Company). Banyak orang menjuluki saya sebagai ‘mbahnya kartu’. Mungkin karena umur atau jumlah koleksi saya,” tuturnya kepada Info Sulap.

“Ketika masih aktif di dunia kartu, saya sangat fokus terutama untuk berburu kartu-kartu langka di mancanegara. Saya kejar habis-habisan sampai bisa memiliki kartu yang diinginkan. Tujuannya adalah berusaha mendapatkan kartu langka sebanyak-banyaknya.”

Di Indonesia, kolektor kartu remi memang masih terbatas dari kalangan pesulap dan cardist saja. Fokus mereka lebih pada menampilkan sesuatu dengan kartu, seperti trik sulap atau card flourish, daripada untuk mengoleksi.

Hampir tidak ada komunitas khusus yang mewadahi para penggemar kartu remi tersebut, kecuali di media sosial. Iwan menyebutkan, di Indonesia ada beberapa grup kolektor seperti Komunitas Kolektor Kartu, Indonesian Playing Cards Community dan Indonesian Card Artist.

Ia sendiri juga masih aktif di sejumlah forum internasional yang masih online hingga saat ini seperti Bicycle Card Collectors, P52 Playing Card Community, dll. “Setahu saya memang tidak ada komunitas khusus bagi para kolektor kartu, karena hobi ini tidak bisa dipisahkan dari sulap dan cardistry.”

Menekuni Hobi Lebih dari 15 Tahun

Satu hal yang paling membuat penasaran tentu jumlah kartu yang dimiliki oleh Iwan Kuntjoro.

Sejak pertama kali mulai mengoleksi pada tahun 2004, Iwan sangat telaten membuat daftar nama kartu-kartu yang dikoleksinya. Ia sempat membagikan daftar tersebut kepada Info Sulap, dan jumlahnya sangat mengejutkan.

Total koleksi kartu remi custom Iwan selama lebih dari 15 tahun terakhir ini adalah 4.677 buah dari 1.561 jenis, ditambah 118 buah uncut sheet.

Saat ditanya soal harga Iwan tidak terang-terangan mengungkapnya secara rinci. Kartu remi termurah dari koleksinya adalah Bicycle Standard seharga Rp50 ribu sampai Rp60 ribu di pasaran Indonesia.

Lalu ada dua jenis kartu remi langka, ia tidak menyebutkan harganya, tetapi mengatakan kartu-kartu tersebut pernah ditawar oleh seorang kolektor mancanegara dengan nominal fantastis.

“Yang termahal adalah Bicycle New Fan Back Playing Cards (TAX STAMP 1948) dan Kentucky Tavern Whiskey 1930. Harga pastinya tidak ada, tapi kedua kartu tersebut pernah ditawar kolektor Amerika Serikat masing-masing seharga $5,000 USD, dan saya tidak melepasnya,” katanya.

Kartu Remi Paling Sulit Didapat

Selain itu Iwan juga memiliki beberapa kartu remi langka yang dengan sangat susah payah didapatnya. Tidak lain adalah kartu Jerry’s Nugget versi orisinal. Ia mencarinya sampai ke beberapa negara karena saat ini banyak kartu Jerry’s Nugget cetakan terbaru dan yang dipalsukan.

iwan kuntjoro

Ada pula Bicycle Garden Cage 01 dan 02, serta White Centurion, di mana jenis kartu tersebut sudah sangat langka. Hanya sedikit orang yang bersedia menjualnya, tutur Iwan.

Dukungan Iwan untuk Desainer Lokal

Seperti diketahui, beberapa kreator asal Indonesia memiliki desain kartu remi yang telah dipasarkan secara global. Tak ketinggalan, Iwan pun memiliki hampir semua dari kartu-kartu yang dimaksud. 

Ia mengakui kualitas desain mereka tak kalah dari kreator mancanegara, bahkan beberapa di antaranya sangat baik. 

Satu fakta menarik adalah Iwan Kuntjoro pernah mencoba menggandeng salah satu desainer kartu Indonesia untuk membuat desain sendiri. Konsepnya mengutamakan unsur budaya Indonesia. Namun sayang, konsep tersebut baru sebatas prototype dan akhirnya batal diproduksi.

Kendala Selama Menjadi Kolektor Kartu Remi

Walaupun dikenal sebagai sultan kartu remi, tetapi biaya sering menghambat Iwan, terutama jika ingin berburu kartu-kartu langka yang harganya mahal. Namun secara umum masalah utamanya adalah soal ongkos kirim dari luar negeri, belum lagi karena bea masuk saat ini sangat tinggi.

“Untuk masalah itu saya siasati dengan menyewa PO BOX di Amerika Serikat, dan semua kartu yang saya beli dari luar negri saya kirim ke alamat di PO BOX tersebut. Setelah terkumpul cukup banyak, saya kirim berbarengan ke Indonesia untuk menghemat biaya kirim.”

iwan kuntjoro

Satu hal yang mungkin juga tidak mudah bagi kolektor adalah hasrat ingin membuka segel untuk melihat kecantikan setiap lembar kartunya. Demi menjaga nilai jual dari setiap kartu koleksinya, Iwan mengerti bahwa semuanya harus tetap dalam kondisi tersegel dan tidak ada cacat.

“Kartu koleksi tidak boleh dibuka. Harus masih tersegel, MINT, cellophane utuh, tidak cacat (penyok). Jika sebaliknya, maka nilai dari kartu tersebut akan berkurang. Apalagi untuk kartu yang sudah dibuka, meskipun masih diburu nilainya tetap sangat turun.”

Dari ribuan koleksinya, Iwan mengatakan hanya satu persen yang sudah dalam kondisi terbuka. Ia pun tidak memasukkan beberapa kartu itu dalam daftar koleksinya lagi.

Koleksi atau Investasi?

Dengan jumlah yang begitu banyak, tentu koleksi-koleksi Iwan Kuntjoro bisa menjadi sumber pemasukan menjanjikan jika dijual. Awalnya, ia tidak berpikir demikian, karena ada kepuasan dan kebanggan tersendiri ketika berhasil mendapatkan kartu langka. 

Iwan lebih menyukai barter alih-alih dibeli dengan uang, karena biasanya ia memiliki lebih dari satu untuk jenis-jenis kartu langka. Tetapi, belakangan ia mulai berani melepas beberapa koleksinya jika ada tawaran yang dirasa pas. 

iwan kuntjoro

“Akhir-akhir ini saya mulai menjual koleksi saya. Bahkan saya masih mencari seseorang kolektor kartu sejati yang berani menggantikan posisi saya sebagai kolektor gila dan membeli seluruh koleksi saya.”

Sejauh ini mungkin memang hanya Iwan, sosok kolektor kartu remi asal Indonesia yang niat sampai mengoleksi hampir 5.000 dek di rumahnya. Beberapa teman sesama kolektor luar negerinya bahkan mengklaim jumlah koleksi Iwan sudah masuk level 10 besar di dunia.

“Saya percaya ada banyak sekali orang-orang ‘gila’ seperti saya, hanya mungkin belum terungkap,” pungkasnya.

Bagaimanapun, ini adalah hal yang sangat jarang di Indonesia. Mungkin suatu saat Iwan perlu membuat sebuah museum untuk koleksi-koleksinya itu.

Foto & Video: Iwan Kuntjoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *