Suatu Hari, Ketika James Randi Gagal Menyelesaikan Aksinya

james randi

Sulap.info – Bagi kalangan pesulap atau paranormal, James Randi tentu bukan nama yang asing lagi. Setidaknya pasti pernah mendengar gaungnya dari desas-desus yang beredar. Dia adalah legenda hidup sulap Amerika Serikat yang telah eksis sejak awal abad ke-20. Tahun ini Randi akan genap berusia 92 tahun. 

Dalam kariernya, Randi lebih dikenal dengan sangkalannya terhadap klaim paranormal di luar sana. Dia adalah pendiri Committee for Skeptical Inquiry, yang mengungkap banyak praktik penipuan berkedok paranormal, serta sangat skeptik terhadap hal-hal berbau pseudosains. 

James Randi, Houdini Modern

Sebelum menjadi seperti sekarang, tahukah kamu bahwa Randi dikenal dengan julukan Houdini Modern? Namun suatu hari, sang Houdini Modern pernah gagal menyelesaikan aksinya di depan ratusan orang di Northwoods. 

Seorang sejarawan bernama Gary Entz mengungkap sebuah kisah yang mungkin tidak banyak diekspos di manapun. Seperti dilansir dari WXPR, Entz menceritakan kisah tersebut dalam Northwoods Moment in History. 

Konvensi Houdini Club

James Randi pernah menjadi pesulap panggung profesional di masanya. Kariernya dimulai pada akhir 1940-an, kemudian beralih menjadi seorang escape artis. Kiprahnya di bidang tersebut mulai dikenal publik pada tahun 1959 dan orang-orang menyebutnya sebagai Houdini Modern.

Itu semua berawal dari sebuah acara yang digelar oleh Houdini Club of Wisconsin. Houdini sendiri meninggal pada tahun 1926, tetapi klub tersebut tetap berdiri meski tidak terlalu aktif menggelar pertemuan. Sampai dengan tahun 1938, klub mengalami perubahan organisasi dan dihidupkan kembali dengan orang-orang baru.

Setelah itu Houdini Club mulai menyebar ke banyak negara dan berencana mengadakan konvensi tahunan. Pada September 1959, Northwoods dipilih sebagai tempat menggelar konvensi yang pertama. Penyelenggara acara mengundang Amazing Randi, julukan James Randi, untuk menampilkan kebolehannya sebagai escape artist.

Adapun saat itu tujuan pertunjukan Randi adalah untuk menggalang dana amal. Houdini Club bersama Rhinelander Jaycee Club membuat acara tersebut dan digelar di Brown Street, pusat kota Rhinelander. Di momen itulah Amazing Randi memukau semua penonton dengan beberapa aksi seperti yang pernah dilakukan oleh Houdini.

Amazing Randi Menampilkan Aksi Escape

Tepat pukul 12 siang, di tempat yang sudah disediakan di area Brown Street, Randi mulai mengenakan straitjacket. Kakinya diikat rantai yang tersemat dengan sebuah bom di atas crane setinggi 16 meter. Sang ahli meloloskan diri kemudian diangkat dengan posisi terbalik di depan sekitar 200 penduduk Northwood.

Hanya dalam waktu 35 detik, Randi berhasil meloloskan diri dari jeratan dan bom yang siap meledak. Diceritakan oleh Gary Entz bahwa pertunjukan pertama Randi lebih mendebarkan daripada yang kedua, meski aksi kedua sebenarnya tak kalah menarik.

James Randi dibawa ke sebuah ruang penjara di Oneida. Dia hanya mengenakan celana pendek, dikunci di dalam sel dan diborgol ke jeruji sel dengan tiga set borgol. Sama sekali tidak ada kejutan karena Randi berhasil lepas dari ikatan ketiga borgol dengan mudah. Namun, masalah muncul saat dia hendak membuka gembok sel.

Randi terlihat kesulitan saat membuka gembok tersebut dan akhirnya gagal menyelesaikan aksinya. Penjaga sel disebut telah menggunakan gembok gaya lama dan usang untuk mengunci sel. Hal itulah yang membuatnya frustrasi dan gagal membuka gembok. Dia mengatakan, seandainya itu adalah gembok model baru maka pasti akan lebih mudah dibukanya.

Bukan tanpa bukti, Randi kemudian pergi ke dua sel penjara yang bersebelahan dan dikunci dengan gembok model baru. Kurang dari delapan menit, gembok kedua sel berhasil dibukanya dengan mudah. 

James Randi menuliskan banyak buku tentang paranormal, skeptisme dan sejarah dunia sulap. Daripada tampil sebagai pesulap, di masa tuanya kini Randi lebih sering tampil di acara-acara TV sebagai pembicara. Pada April lalu, saluran YouTube TED mengunggah video Randi yang membahas tentang homeopati, perdukunan, dan penipuan.

Sumber: wxpr.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *