Para Pesulap di Masa Pandemi Flu Spanyol 1918-1920

Sulap.info – Sebelum Covid-19 melanda dunia sejak akhir 2019 lalu, situasi serupa juga pernah terjadi pada tahun 1918-1920. Merupakan flu Spanyol, virus influenza mematikan yang membunuh puluhan juta manusia dan tersendatnya berbagai kegiatan.

Para pekerja seni seperti pesulap tentunya juga sangat merasakan dampak pandemi pada saat itu. Teater-teater ditutup sampai waktu yang tak ditentukan, namun akhirnya kehidupan harus tetap berjalan dan bisnis pertunjukan pun berangsur pulih setelahnya.

Paul Fox dan Harry Houdini

Dilansir dari situs Wild About Harry, pesulap legendaris Harry Houdini juga terdampak flu Spanyol. Tidak banyak sumber yang menceritakan ini, namun salah satunya ada dalam buku karya David Ben tentang pesulap Paul Fox.

Di sana juga ditemukan sepotong kisah tentang Houdini di masa sulit tersebut.

Paul Fox disebut terjangkit virus flu menjelang akhir tahun 1918. Ia kemudian diberhentikan dari Angkatan Darat pada bulan Desember tahun yang sama dan mendaftar ke Society of American Magicians (SAM). 

Awal 1919, tepatnya di bulan Januari, SAM menyetujui permohonan keanggotaan Fox. Salah satu petinggi SAM saat itu yang menandatangani surat permohonan Fox adalah Houdini.

Kemudian Dr. Wilson dari harian The Sphinx, mengonfirmasi bahwa Houdini ternyata juga tertular virus influenza tersebut. Tak ada informasi pasti tentang berapa lama Houdini akhirnya sembuh, tetapi diperkirakan cukup cepat.

Virus ini memang lebih banyak menjangkit pria muda yang sehat. Kekebalan tubuh yang kuat itu justru memberi reaksi berlebihan sehingga menimbulkan efek mematikan bagi penderitanya.

Kebetulan saat itu Houdini sudah dikategorikan paruh baya, yang mana kalangan tersebut dapat bertahan lebih baik. Lagi-lagi tidak dituliskan bagaimana cara Houdini sembuh dari infeksi virus tersebut.

houdinifan.tumblr.com

Sebuah pernyataan menarik ditulis oleh John Cox, penulis di situs Wild About Harry. Apa yang dilakukan Houdini itu mungkin adalah aksi meloloskan diri terbaiknya. Ya, Houdini berhasil lepas dari jeratan virus flu Spanyol yang dianggap mematikan pada masanya.

Tertular Flu Spanyol

Selain Paul Fox, pada rentang 1918-1919 beberapa pesulap ternama dikabarkan juga tertular virus. Mereka adalah David Bamberg dan Silent Mora, tetapi akhirnya kedua pesulap kenamaan itu mampu bertahan dan melewati masa-masa sulit.

Dalam biografi David Bamberg, ada pembahasan tentang situasinya ketika wabah Flu Spanyol melanda. Saat itu tengah dalam kondisi gencatan senjata, lalu ia ingin merayakannya di Chinatown, tetapi pada akhirnya ia malah tertular virus dan hanya bisa berada di rumah untuk menjalani karantina.

Ada pula cerita tentang pesulap Howard Thurston dari Bamberg. “Suatu hari, Thurston, yang baru saja menjalani operasi rahang, datang ke rumah untuk memamerkan hal itu. Tetapi ketika dia diberi tahu bahwa kami menderita flu, dia segera menghilang dengan sangat cepat.”

Lalu sebuah berita dari Billboard tertanggal 11 Februari 1918 menyebutkan The Great Blackstone terpaksa membatalkan pertunjukannya di Grand Opera House Brooklyn. Ia dikabarkan terkena serangan flu, namun perlahan-lahan pulih. Bisa jadi ini adalah jenis flu biasa tetapi terjadi di tahun-tahun pandemi.

Semua Teater Ditutup

Buku-buku sejarah sulap berbahasa Inggris sangat sedikit menyinggung tentang bagaimana situasi pesulap di masa pandemi tahun 1918-1920. Namun sebagian referensi membenarkan bahwa berbagai pertemuan klub sulap dan pertunjukan terpaksa harus ditunda atau batal.

evanstonnow.com

Penutupan gedung pertunjukan segera dilakukan di kawasan-kawasan yang menjadi tempat penyebaran virus. 

Dikutip dari Inside Magic, gedung pertunjukan mulai ditutup pada bulan November 1918 untuk menekan jumlah kasus di Minnesota, Amerika Serikat.

Akan tetapi saat itu ada satu tempat terakhir yang belum ditutup, dan akhirnya pengunjung bergegas datang ke sana. Teater di pusat kota itu pun penuh dengan pengunjung semalaman. 

Orang-orang merasa itu adalah kesempatan terakhir mereka menyaksikan aksi pertunjukan sebelum semua gedung pertunjukan benar-benar ditutup sampai waktu yang tak diketahui. Informasi tersebut tertulis dalam jurnal Public Health Reports tahun 2007.

flu spanyol
Seorang penjual koran pada tahun 1918 memakai masker di depan teater yang tutup. (MOHAI)

Pelajaran yang Bisa Dipetik

Banyak pesulap di masa sekarang mulai putus asa dengan situasi pandemi. Dari pengalaman para pesulap ketika wabah flu Spanyol melanda sekitar 100 tahun lalu, mungkin ini bisa menjadi pelajaran berharga. 

Mereka bahkan mengalami empat gelombang wabah selama tiga tahun dan jumlah korbannya diperkirakan mencapai 17 juta-100 juta. Bahkan pandemi panjang seperti itu nyatanya tidak mematikan industri pertunjukan sulap. 

Dengan adanya kemajuan teknologi di masa sekarang, para pesulap sepatutnya bisa bertahan dengan lebih baik. Platform Zoom, YouTube dan media sosial bisa menjadi panggung baru, ditambah dengan beberapa pertunjukan langsung yang sudah mulai banyak dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *