Penting! Pertimbangkan 3 Hal Ini Sebelum Terima Job Sulap

job sulap

Sulap.info – Setiap pesulap pasti ingin tampil memukau di hadapan audiensnya. Penampilan yang memukau tidak hanya menyangkut masalah magic yang ditampilkan, namun faktor non teknis juga berperan dalam menentukan keberhasilan penampilan pesulap itu sendiri. Nah, kali ini saya ingin membahas faktor-faktor yang menentukan keberhasilan pesulap saat menerima job.

Jangan Asal Terima Job

Pesulap pemula biasanya mempunyai ambisi besar untuk tampil sesering mungkin dengan harapan ingin menaikan pamornya. Namun perlu diketahui bahwa pada saat ingin menerima job pesulap harus memperhatikan beberapa hal-hal penting, agar kedua pihak, baik pesulap maupun klien, merasa puas dengan harapan kerjasama dapat dilanjutkan di kemudian hari.

1. Perhatikan setting ruangan

Embed from Getty Images

Pertama, pesulap harus mengetahui bagaimana setting ruangan dimana ia akan tampil. Apakah itu table to table atau parlour? apakah di tempat tersebut terdapat proyektor apabila ingin memainkan close up – stage? Hal ini penting karena pemahaman setting ruangan akan membuat pesulap dapat membayangkan suasana saat tampil dan menentukan permainan yang akan dibawakan. 

Pesulap harus mengetahui setting ruangan karena terkadang orang awam, dalam hal ini penyelenggara, terkadang tidak terlalu memahami faktor X di pertunjukan sulap. Mereka tidak paham tentang safe angle, jarak ideal antara pesulap dan penonton dan lain-lain. 

Contoh masalah, apakah kamu bisa memainkan sulap kartu di atas panggung tanpa proyektor? Bisa, namun tidak semua orang dapat menikmatinya.

2. Sesuaikan permainan dengan tema acara

Embed from Getty Images

Antusiasme pesulap ketika ditawari job tampil terkadang membuat mereka lalai dan tidak memikirkan secara matang permainan apa yang ingin dibawakan. Contohnya, saya pernah satu panggung dengan pesulap yang bermain trik tusuk balon di acara anak-anak. Permainan tersebut tentu kurang pas dengan penontonnya, di mana seharusnya anak-anak merasa riang gembira malah disuguhkan ketegangan. 

Di acara lain, saya juga pernah mengalami hal serupa ketika baru memulai karier sulap secara profesional. Saat itu saya tidak menanyakan kepada penyelenggara siapa mayoritas audiens dalam acara. Ternyata  mayoritas audiens adalah anak SD, namun saya malah memainkan mentalism di acara tersebut. 

Permainannya berhasil, tetapi lebih banyak wajah-wajah bingung yang terlihat di antara audiens. Lalu apa yang harus dilakukan pesulap ketika ditawari job namun rutin-rutin yang dimiliki rasanya tidak cocok mayoritas penonton? Jangan ragu menolak dan mengopernya ke teman pesulap yang lebih cocok. Siapa tahu kamu akan kecipratan bayaran juga dari temanmu.

3. Tarif dan promosi

Kita dapat menentukan tarif apabila klien ingin menyewa jasa kita. Dalam menentukan tarif kita  harus memperhatikan satu hal; apakah kita pantas dibayar dengan nominal tertentu? Pesulap pemula terkadang terlalu berkhayal bahwa ia dapat menerima job dengan bayaran tinggi, namun tidak dibarengi dengan kualitas penampilan yang baik. 

Di satu titik, mereka terkadang merasa frustrasi karena tidak kunjung mendapatkan job. Hal ini membuat mereka kecewa dan akhirnya memilih meninggalkan seni sulap. Lalu apa solusinya? Solusinya adalah berkaca pada diri sendiri apakah kalian pantas untuk disewa dan dibayar. 

Bagaimana kalau ada yang minta gratis? Boleh-boleh saja, namun kalian juga harus membuat perjanjian yang setimpal. Misalkan, itu adalah acara charity atau sebagai timbal baliknya pihak penyewa harus memberikan dokumentasi penuh (foto dan video) saat kamu tampil. Berikutnya, ini bisa dijadikan evaluasi untuk memperbaiki permainan.

Jadi, siapkah kamu untuk menjadi pesulap profesional level berikutnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *