Psycho, Robot Sulap Canggih dari Akhir Abad ke-19

robot sulap

Sulap.info – Tahukah kamu bahwa kecerdasan buatan telah digunakan dalam sulap sejak lebih dari seabad yang lalu? Ya, dengan teknologi di masa itu, seorang jenius menciptakan sebuah robot sulap canggih bernama Psycho pada akhir abad ke-19.

Setidaknya benda ini benar-benar terlihat seperti dibekali kecerdasan buatan, walaupun belakangan orang-orang tahu tentang rahasia pengoperasiannya.

Merupakan John Nevil Maskelyne (1839-1917), pesulap yang membuat penemuan bersejarah ini dibantu oleh John Algernon Clarke. Keduanya pertama kali mendemonstrasikan aksi Psycho kepada publik pada Januari 1875 di London.

Wujud Robot Sulap Psycho

Dari berbagai dokumentasinya, Psycho diwujudkan sebagai sebuah miniatur pria India sedang duduk bersila di atas sebuah kotak kayu. Di bawahnya terdapat tabung transparan yang menopang kotak kayu tersebut. Komponen itu memperlihatkan bahwa tidak ada asisten atau tali untuk mengoperasikan Psycho.

robot sulap

Psycho adalah sebuah automaton, mesin mekanik berwujud manusia atau hewan yang bisa melakukan tindakan tertentu seperti menulis, bermain alat musik, dan lain-lain. Dalam hal ini Psycho disebut sebagai automaton permainan kartu whist pertama di dunia.

Psycho juga bisa menghisap rokok, mengangguk dan menggeleng untuk berinteraksi. Dan uniknya, robot sulap ini bisa melakukan pengoperasian aritmatika. 

Dia terlihat seperti benar-benar bisa menghitung, padahal faktanya kalkulator genggam pertama baru ditemukan pada 1967.

Lalu bagaimana Maskelyne dan Psycho melakukannya?

Memukau Ribuan Orang

Psycho digambarkan oleh penciptanya sebagai ‘The Great Mystery of 1875’. Psycho menjadi tokoh utama di setiap pertunjukan Maskelyne.

Biasanya Psycho akan bermain whist dengan tiga orang sukarelawan dari penonton. Robot sulap itu kemudian menggerakkan tangannya searah jarum jam dan mengambil selembar kartu dari 13 kartu di hadapannya.

Maskelyne mengambil kartu itu dan menunjukkannya kepada tiga pemain lain di panggung. Alhasil, Psycho selalu memenangkan permainan whist.

Aksi tersebut berhasil memukau ribuan orang di seantero Britania Raya. Bahkan tiga tahun setelah debutnya, Psycho telah tampil di lebih dari 2.000 pertunjukan.

Membongkar Rahasia Psycho

Sejak ketenarannya, orang-orang mulai berlomba mencari tahu bagaimana rahasia Psycho. Ada yang beranggapan Maskelyne meletakkan anak kecil di balik robot sulap itu, hingga mengira ada anjing terlatih yang bersembunyi dan mengoperasikan Psycho.

Maskelyne menampik semua terkaan tersebut dan mengatakan automaton buatannya benar-benar murni sains.

“Automaton buatan saya bukanlah mainan tetapi benda dengan mekanisme yang sangat saintifik hasil penelitian selama bertahun-tahun dan eksperimen. Tidak ada tipu daya dan sejenisnya, tetapi murni mekanis dan bertindak sendiri di atas kaca bening,” kata Maskelyne secara terbuka mengklarifikasi semua tudingan.

Maskelyne kemudian mematenkan prinsip kerja terkait Psycho. Tak lama setelah itu, tepatnya pada Januari 1876, seorang ahli strategi permainan kartu Dr. Pole mengungkap rahasia Psycho secara gamblang di sebuah artikel.

Dijelaskan bahwa Psycho hanyalah bagian dari pertunjukan ilusi Maskelyne. Singkatnya Psycho digerakkan oleh seorang asisten di balik panggung, yang bisa melihat apa yang terjadi di atas panggung. 

Gerakannya dikontrol oleh tekanan udara melalui tabung kaca bening di bawahnya. Dengan demikian, orang-orang tentu tidak bisa melihat ‘rahasianya’ walaupun di tabung kaca bening sekalipun karena itu adalah udara.

Tetapi Maskelyne dan Clarke di kesempatan berbeda mempublikasi pernyataan yang tidak membenarkan Dr. Pole. Intinya, kedua penemu itu memang mematenkan sebuah prinsip mekanik, tetapi apa yang dijelaskan Dr. Pole tidak bisa diterapkan pada Psycho mentah-mentah.

Sampai akhirnya muncul penjabaran lain, kali ini dari sebuah buku berjudul “Ancient and Modern Magic” (1879). Penjelasan itu benar-benar sama dengan mekanisme yang selama ini digunakan oleh Maskelyne pada Psycho.

Bertahan Selama Puluhan Tahun

Meski rahasianya telah terungkap pada 1879 melalui buku “Ancient and Modern Magic”, itu sama sekali tidak memengaruhi kepopuleran Psycho. Bahkan tiga puluh tahun setelahnya Psycho, Maskelyne dan ‘asistennya’ masih rutin melakukan pertunjukan.

Robot sulap ini pensiun setelah 4.000 penampilan,  dan yang terakhir pada tahun 1910. Setelah Maskelyne meninggal (1917), pihak keluarga kemudian menyumbangkan Psycho ke Museum of London pada 1934. 

Sejak saat itu orang-orang bisa mempelajari secara bebas bagaimana cara kerja Psycho, walaupun mekanisme aslinya tetap membuat mereka bingung.

Perusahaan asal Prancis mencoba membangun Psycho versi mereka sendiri untuk seseorang bernama Mr. Everett. Lalu akhirnya pesulap top asal Amerika Serikat, Harry Kellar berminat membelinya.

Terpisah dengan Psycho yang asli, sejak 1878 Kellar telah memiliki automatonnya sendiri dan menampilkannya di Amerika Serikat selama bertahun-tahun. automaton tersebut kemudian diwariskan ke pesulap-pesulap ternama pada generasi setelahnya.

Kellar mewariskan Psycho kepada Harry Houdini, lalu setelah Houdini meninggal, istrinya memberikan robot tersebut kepada Joseph Dunninger.

Terakhir, duplikat Psycho itu kemudian dibeli dan direstorasi oleh John Gaughan. Pada 1988, Gaughan membawa Psycho tampil di layar TV pada acara sulap Paul Daniels Show.

Bukan Satu-satunya Automaton Maskelyne

Kisah Maskelyne dan Psycho sangat legendaris dalam sejarah sulap dan bisnis hiburan Britania Raya. Namun automaton pemain whist itu ternyata bukanlah satu-satunya yang diciptakan oleh Maskelyne. Setidaknya ia membuat tiga lagi penemuan semacam itu.

Automaton berikutnya adalah Zoe, miniatur gadis yang bisa menggambar dan menulis. Kemudian ia membuat Fanfare, automaton pemain terompet dan Labial, pemain euphonium (sejenis terompet). Dua automaton terakhir menjadi teman bermain musik Maskelyne, yang juga dikenal sebagai pemain cornet.

Saat ini robot sulap Psycho asli tersimpan di Museum of London selama hampir 100 tahun. Untuk mengetahui ilustrasi penampilannya, berikut dokumentasi video saat Psycho tampil di acara Paul Daniels Show.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *