Wawancara Arief Nugroho, Berkarya dengan Attitude

arief nugroho

Sulap.info – Tren menjadi kreator sulap di Indonesia sudah merambah ke semua kalangan. Bukan hanya yang sudah lama berkecimpung di seni ini, namun banyak juga pesulap muda berbakat yang akhirnya muncul ke permukaan. Salah satunya adalah kreator dari permainan best seller dunia berjudul TINT, Arief Nugroho.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arief Nugroho sangat produktif mengeluarkan karya-karya baru di pasar sulap. Sementara sebagai penampil, aksinya di hadapan penonton juga semakin terasah dengan banyaknya jam terbang yang dijalani. Hal itu dibuktikan dengan kemunculannya di beberapa acara sulap TV nasional.

Belum lama ini, Info Sulap berkesempatan mewawancarai Arief Nugroho tentang pengalamannya sebagai kreator dan penampil. Selain menceritakan hal yang belum pernah diungkap sebelumnya, ia juga memberi sedikit tips kepada para pesulap di luar sana yang ingin melangkah maju di seni sulap.

Pengalaman di Tampil di Acara TV

Dalam beberapa bulan, kamu muncul di dua acara sulap TV yang berbeda, Magicomic dan The Great Magician (TGM). Sensasi seperti apa yang kamu rasakan di masing-masing acara, dan mana yang menurutmu lebih bagus?

Menurutku sensasi yang diberikan itu benar-benar berbeda banget. Di acara Magicomic, try to fool Master deddy dan di TGM murni berkompetisi. Kalau disuruh memilih mana yang paling bagus, susah juga, ya. Hahaha. Keduanya punya konsep dan ciri khas masing-masing.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Muhammad Arief Nugroho (@_nugrohomagic_) pada

Sepengetahuan kami, Handy Altan adalah salah satu mentormu dalam belajar sulap. Saat tahu dia ada dalam satu kompetisi yang sama di TGM, apa yang kamu rasakan saat itu?

Pertanyaan yang menarik. Hahaha. Awalnya gue enggak tahu kalau Handy Altan juga ikut kompetisi TGM. Tahu-tahu dia datang, ikut audisi dan lolos. Yang gue rasakan saat itu adalah, “Ini beneran gue lawan Ko Handy?”.

Tapi kami hanya berkompetisi di atas panggung saja, kok. Selesai acara kita masih ngobrol dan sharing bareng.

Pelajaran berharga apa yang kamu dapatkan dari kompetisi TV dan seberapa jauh perbedaan antara kompetisi sulap off air dan TV?

Baca Juga  Deddy Corbuzier Ungkap Kekagumannya pada Sosok David Copperfield

Acara TV lebih tersusun rapi dan dan lebih tepat waktu dibanding dengan acara off air. Mungkin kalau acara off air bisa lebih matang secara konsep dan lebih tepat waktu, pasti akan terasa seperti acara TV.

Ketika memainkan efek buatanmu sendiri di panggung, apakah ada tips khusus? Kan artinya di luar sana ada banyak orang yang sudah tahu rahasia permainannya setelah membeli efek buatanmu, di mana mungkin itu bisa mengurangi kekaguman penonton.

Kalau tips khusus sih enggak ada, paling saran gue adalah pelajari dulu semua handling dan kalau memang butuh angle yang pas ya tentukan sebaik mungkin. Kalau mengurangi kekaguman penonton itu kembali lagi ke pesulapnya, apakah (permainannya) bocor atau enggak.

Menelurkan Produk Orisinal

Setelah dikenal sebagai seorang kreator, seberapa sering kamu memainkan efek buatan sendiri saat tampil, baik untuk show berbayar atau sekadar main di depan teman?

Gue cukup sering main karya sendiri di depan banyak orang, bahkan di dompet gue pun sudah terpasang gimmick pertama gue, yaitu ‘Wallet’. 

Di antara beberapa karya yang sudah dipasarkan, apakah kamu pernah menemukan atau melihat versi bajakan dari karyamu itu?

Pernah, dan gue sedih lihatnya. Cuma ini enggak terjadi di Indonesia karena gue yakin orang Indonesia enggak akan membajak karya dari Indonesia sendiri. Hehe. Pembajakan TINT itu terjadi di China, dan gue dikasih tau sama teman yang sering belanja di salah satu situs.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Muhammad Arief Nugroho (@_nugrohomagic_) pada

Soal karya, sepertinya kamu cukup banyak menciptakan efek-efek visual. Dari mana inspirasi itu datang? Dan kalau boleh, ceritakan sedikit proses kreatifnya.

Inspirasi gue kalau dari kreator Indonesia cukup banyak, ada Rizki Nanda, Arie Bhojez, Robert Bertrance, dan Agus Tjiu.

Untuk prosesnya,  kalau gue selalu memulai dengan gimmick-nya dulu, bukan dengan efeknya. Buat gue kalau bikin gimmick dulu akan lebih memungkinkan untuk membuat banyak efek dari gimmick tersebut, tapi kalau mulai dari segi efek dulu maka akan tercipta efek yang terbatas.

Awalnya kamu merilis produk di toko sulap lokal, lalu merambah pasar global dengan salah satu label. Menurutmu, seberapa menggiurkan dari segi keuntungan dengan menjadi kreator sulap?

Baca Juga  Wawancara Jiban, Antara Idealisme dan Kebutuhan TV

Gue berkarya enggak memandang dari seberapa banyak yang gue dapat, melainkan, gue lebih ingin berkarya aja. Tapi kalau bicara menggiurkan apa tidak, ya jelas menggiurkan.

Kami banyak menemukan pesulap Indonesia yang kreatif dalam membuat efek atau trik, namun kebanyakan dari mereka terlihat lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas. Kemungkinan ini karena kemudahan fitur submit yang tersedia di beberapa supplier sulap internasional. Menurutmu, kuantitas atau kualitas yang lebih utama?

Iya, gue sendiri cukup gemas kalau dibuat instant download gitu karena kesannya nanggung. Padahal di indonesia sendiri sudah ada satu label yang mau bantu untuk dijadikan produk. Kualitas jelas nomor satu, karena kalau kualitas dari segi gimmick dan promonya bagus maka kuantitas akan mengikuti.

Bagaimana pandangan kamu terhadap pasar sulap di Indonesia, di mana produk bajakan sangat mendominasi dan bahkan sudah dianggap sebagai hal yang wajar?

Gue rasa bajakan sih enggak mungkin mati di pasar sulap Indonesia. Sebagaimana kita tahu, orang-orang kan cari yang murah dan bagus. Tapi kalau gue boleh menyarankan, lebih baik nabung dulu baru beli barang yang asli.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Muhammad Arief Nugroho (@_nugrohomagic_) pada

Terakhir, apa pesan seorang Arief Nugroho untuk generasi sekarang dan yang lebih muda agar karier sulapnya maju, seperti yang sudah kamu lalui selama beberapa tahun terakhir?

Attitude, attitude, attitude, dan latihan. Yang harus  diperhatikan adalah attitude, itu penting menurut gue, karena sulap bukan cuma hanya trik, tapi juga attitude harus ada. Tambahan sedikit, biasakan menulis skrip dan rutin kalian sendiri dengan mencari inspirasi di internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *